Arus Mudik Lebaran

37 Bandara InJourney Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026, Ini Prediksi Lonjakan Penumpangnya

37 Bandara InJourney Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026, Ini Prediksi Lonjakan Penumpangnya
37 Bandara InJourney Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026, Ini Prediksi Lonjakan Penumpangnya

JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, sektor transportasi udara menjadi salah satu moda yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas cukup signifikan. 

Pergerakan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman maupun melakukan perjalanan wisata membuat bandara harus mempersiapkan berbagai aspek operasional agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal.

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports sebagai pengelola sejumlah bandara di Tanah Air memastikan seluruh fasilitas dan operasional telah dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran. Persiapan tersebut tidak hanya mencakup kesiapan infrastruktur bandara, tetapi juga penempatan petugas layanan serta pengoperasian posko terpadu guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.

Langkah antisipatif ini dilakukan agar arus pergerakan penumpang pesawat selama masa mudik dan arus balik dapat berlangsung aman, nyaman, serta tetap terkoordinasi dengan baik di seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan InJourney Airports.

Seluruh Bandara InJourney Siap Layani Arus Mudik Lebaran

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola utama di 37 bandara penerbangan di Indonesia memastikan kesiapan operasional dan fasilitas layanan dalam menghadapi angkutan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir dalam konferensi pers di Tangerang, Rabu mengatakan bahwa seluruh 37 bandara telah dipastikan siap melayani para calon penumpang pesawat pada arus mudik ini.

"Dari total 37 bandara, ada 30 bandara yang statusnya internasional berdasarkan ketentuan peraturan Kementerian Perhubungan yang terbaru yang efektif 8 Agustus 2025. Jadi dari Aceh sampai Papua, itu ada bandara-bandara yang dikelola oleh InJourney Airport dan seluruhnya siap melayani," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jaringan bandara yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan para penumpang dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan lancar melalui bandara-bandara yang dikelola perusahaan.

Posko Angkutan Lebaran Dibuka Mulai 13 hingga 30 Maret 2026

Sebagai bentuk kesiapannya dalam menghadapi periode mudik Lebaran ini, pihaknya telah mengerahkan dan menyiagakan sejumlah petugas hingga fasilitas layanan, di antaranya pada area penumpang pesawat ada layanan kendaraan menuju terminal untuk mengantar penumpang.

"Terkait dengan periode Lebaran, kita mulai membuka posko pada tanggal 13 sampai dengan 30 Maret 2026. Seluruh fasilitas hingga petugas telah dikerahkan," katanya.

Keberadaan posko angkutan Lebaran tersebut bertujuan untuk memantau operasional bandara secara menyeluruh selama periode mudik dan arus balik. Posko ini juga menjadi pusat koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan transportasi udara.

Melalui posko tersebut, pengelola bandara dapat memonitor kondisi pergerakan penumpang, penerbangan, hingga pelayanan di lapangan secara lebih intensif.

Ratusan Ribu Penumpang Diprediksi Gunakan Transportasi Udara

Dia menyebutkan, untuk periode mudik Lebaran tahun ini diproyeksikan sekitar 498.000 penumpang dengan pergerakan pesawat kurang lebih 3.357 penerbangan.

"Nanti di peak-nya itu mungkin di sekitar tanggal 15 Maret. Kemudian arus baliknya di tanggal 28 Maret. Nah kita ketahui juga bahwa ada beberapa hari yang memang ditetapkan oleh pemerintah menjadi work from anywhere," ungkapnya.

Prediksi lonjakan penumpang tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara untuk melakukan perjalanan selama musim mudik.

Fleksibilitas kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere yang diterapkan pemerintah juga diperkirakan turut mempengaruhi pola perjalanan masyarakat, sehingga mobilitas penumpang dapat terjadi lebih awal sebelum puncak arus mudik.

Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai Jadi yang Tersibuk

Sementara, selama pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini terdapat dua bandara terbesar yaitu Soekarno-Hatta itu CGK dan I Gusti Ngurah Rai (DPS) akan menjadi bandar udara tersibuk pada periode tersebut.

Menurut dia, berdasarkan data prediksi pergerakan penumpang di Bandara Soetta ada sekitar 179.000 ribu. Kemudian pada arus baliknya yang diprediksi terjadi tanggal 28 Maret terdapat 198.000 penumpang.

"Kalau untuk di Bali, hari Sabtu tanggal 14 Maret itu sekitar 67.000 penumpang dan nanti di tanggal 28 Maret sekitar 73.000 penumpang arus baliknya ," kata dia.

Kedua bandara tersebut memang menjadi gerbang utama perjalanan udara di Indonesia, baik untuk rute domestik maupun internasional. Oleh karena itu, lonjakan pergerakan penumpang di dua bandara tersebut telah diantisipasi melalui berbagai kesiapan operasional.

Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Pariwisata

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Maya Watono menambahkan bahwa untuk periode mudik ini akan terjadi lonjakan pergerakan penumpang baik itu pemudik hingga pelaku pariwisata.

Kendati demikian, seluruh kesiapan telah dimatangkan sebagai antisipasi dalam melayani lonjakan penumpang dan pariwisata di beberapa sektor baik itu airports hingga okupansi hotel atau penginapan periode mudik Lebaran tersebut.

"Betul, lonjakan penumpang ini sudah kami antisipasi di berbagai destinasi kami. Hotel-hotel juga okupansinya pasti akan meningkat, terutama kami memfokuskan untuk domestik market. Lalu juga di bandara peningkatannya dua persen di beberapa destinasi kami meningkat cukup signifikan," paparnya.

Ia menambahkan, sebagai komitmen InJourney dalam memberikan layanan yang prima, maka pihaknya siap siaga memberikan servis 24 jam kepada konsumen.

"Kami sangat mengedepankan servis. Tahun ini pun adalah tahun kami mencanangkan transformasi customer experience secara besar-besaran dimulai dari tahun ini, di sisi people, process, premise ini kami untuk memberikan publik servis yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia," kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index