Menag

Menag Sebut Sudah Ada Kesepakatan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi

Menag Sebut Sudah Ada Kesepakatan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi
Menag Sebut Sudah Ada Kesepakatan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi

JAKARTA - Rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi memasuki babak baru.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa telah tercapai kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Salman terkait realisasi proyek tersebut. Pernyataan itu menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat layanan dan fasilitas bagi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Kesepakatan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan telah memasuki tahap lanjutan berupa proses transaksi pengadaan lokasi. Pemerintah Indonesia disebut memperoleh kesempatan istimewa dalam proses tersebut, termasuk dalam kepemilikan properti di Makkah dan Madinah.

Kesepakatan Presiden dan Raja Salman

"Jadi, insya Allah perjumpaannya dengan Raja Saudi Arabia, khususnya MBS, saya juga ikut terlibat mendampingi Presiden pada waktu itu, dan alhamdulillah terjadi persepakatan," kata Nasaruddin saat acara penyerahan bantuan kurma dari Raja Salman kepada masyarakat Indonesia di Kementerian Agama RI di Jakarta, Rabu.

Menurut Menag, kesepakatan itu menjadi fondasi penting bagi pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa komunikasi tingkat tinggi antara kedua negara telah menghasilkan titik temu yang membuka jalan bagi realisasi proyek tersebut.

Dia mengatakan bahwa saat ini tengah berlangsung transaksi untuk pengadaan lokasi-lokasi bagi pembangunan Kampung Haji.

Langkah ini menunjukkan bahwa rencana tersebut tidak berhenti pada tataran diplomasi, tetapi telah bergerak ke tahap teknis dan administratif.

Kesempatan Kepemilikan Properti di Makkah dan Madinah

Dalam penjelasannya, Nasaruddin juga menyampaikan adanya kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi yang memungkinkan warga maupun institusi non-Arab memiliki properti di Makkah dan Madinah.

"Alhamdulillah, Pemerintah Saudi Arabia juga memberikan satu ketetapan bahwa ternyata asing atau non-Arab itu juga sudah bisa membeli properti di Makkah dan Madinah," katanya.

Kebijakan tersebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk merealisasikan pembangunan Kampung Haji. Menurutnya, Indonesia bahkan memperoleh posisi istimewa dalam proses tersebut.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan keistimewaan sebagai orang pertama yang melakukan transaksi pengadaan perkampungan di Saudi Arabia sendiri," imbuhnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia menjadi pihak pertama yang memanfaatkan kebijakan tersebut untuk kepentingan pembangunan fasilitas jamaah haji.

Proses Pembangunan dan Pembelian Hotel

Menag menegaskan bahwa proses pembangunan Kampung Haji masih terus berjalan. Selain pengadaan lahan, pemerintah juga telah mengambil langkah konkret dengan membeli hotel.

"Ya, sedang berlangsung ya, karena kita ada hotel yang sudah jadi, juga kita beli, ya. Ya, jadi sudah mulai," demikian kata Menag.

Pembelian hotel tersebut menjadi bagian dari strategi penyediaan fasilitas pendukung bagi jamaah haji Indonesia. Dengan adanya aset yang telah siap digunakan, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur haji, sejalan dengan besarnya jumlah jamaah asal Indonesia setiap tahunnya.

Penyerahan Bantuan Kurma dan Hubungan Bilateral

Pernyataan Menag disampaikan dalam rangkaian acara penyerahan bantuan 100 ton kurma dari Raja Salman untuk umat Islam di Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KS Relief) kepada Kementerian Agama di Jakarta, Rabu.

Bantuan itu selanjutnya akan didistribusikan kepada umat Islam yang membutuhkan dan berhak menerimanya, terutama masyarakat Indonesia yang terdampak bencana.

Momentum penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi, khususnya dalam bidang keagamaan dan kemanusiaan. Di tengah kerja sama tersebut, rencana pembangunan Kampung Haji menjadi salah satu agenda strategis yang memperkuat kolaborasi kedua negara.

Dengan adanya kesepakatan antara Presiden Prabowo dan Raja Salman, serta dukungan kebijakan kepemilikan properti bagi non-Arab, proyek Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi memasuki fase yang lebih konkret. Proses transaksi lahan dan pembelian hotel yang telah berjalan menjadi indikator bahwa rencana tersebut mulai terealisasi.

Ke depan, pembangunan Kampung Haji diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi jamaah haji Indonesia, baik dari sisi akomodasi maupun kemudahan layanan. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses masih berlangsung dan akan terus dikawal hingga terealisasi sepenuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index