JAKARTA - Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk layanan kesehatan.
Di tengah situasi tersebut, BPJS Kesehatan memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Aceh Tamiang tetap dapat mengakses pelayanan tanpa hambatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito memastikan fasilitas kesehatan di Aceh Tamiang tetap melayani peserta JKN tanpa hambatan pascabanjir yang melanda wilayah Sumatera Utara–Aceh beberapa waktu lalu.
Pujo menegaskan dalam masa pemulihan setelah bencana banjir, BPJS Kesehatan fokus menjaga akses layanan peserta tanpa kendala administrasi maupun pembiayaan. Dirinya menekankan bahwa hak peserta terhadap layanan kesehatan harus tetap terpenuhi, terutama saat masyarakat berada dalam kondisi rentan.
“Demi menghadirkan layanan yang terbaik, kolaborasi yang kuat sangat penting. Kami bersama fasilitas kesehatan memastikan pelayanan kepada peserta dapat diberikan secara mudah, cepat, dan setara. Jika terdapat kasus darurat di fasilitas kesehatan, harus segera ditangani karena hal ini menyangkut keselamatan pasien,” tegas Pujo.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pelayanan bagi peserta JKN di Kabupaten Aceh Tamiang telah kembali berjalan normal. Meski demikian, masih terdapat sejumlah sarana dan prasarana penunjang yang terdampak banjir dan saat ini dalam proses perbaikan.
“Kami juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan agar layanan tetap siap, penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat, dan peserta tetap bisa mengakses layanan JKN tanpa kendala,” tambah Pujo.
Respons Cepat dan Layanan Keliling di Hunian Sementara
Kehadiran jajaran pimpinan BPJS Kesehatan ke wilayah terdampak menjadi bagian dari respons cepat untuk memastikan pelayanan tetap optimal. Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan layanan bagi peserta.
Sejalan dengan upaya tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan BPJS Keliling di hunian sementara yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memudahkan peserta mengurus administrasi dan tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa kendala.
Langkah ini dinilai penting karena banyak warga terdampak bencana yang tinggal sementara di lokasi pengungsian atau hunian sementara. Dengan layanan keliling, peserta tidak perlu datang jauh ke kantor cabang untuk mengurus administrasi kepesertaan.
“Selain menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif, menjaga kesehatan juga sama pentingnya. Karena itu, kami mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup sebagai langkah pencegahan sejak dini,” tambah Stevanus.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada pencegahan penyakit melalui perilaku hidup sehat.
Sinergi Daerah dan BPJS Kesehatan
Dukungan dari pemerintah daerah turut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Syuibun Anwar menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak boleh terabaikan, terutama dalam situasi pemulihan setelah bencana.
Menurutnya, tantangan di sektor kesehatan akan terus dihadapi, sehingga diperlukan sinergi antara BPJS Kesehatan dan dinas terkait agar masyarakat khususnya di hunian sementara tetap terlindungi dalam Program JKN.
Ia juga menyebut pemerintah daerah senantiasa berkomitmen melakukan percepatan kesehatan masyarakat. Karena itu, dirinya mendorong warga di hunian sementara untuk tidak ragu memanfaatkan kepesertaan JKN dalam mengakses layanan kesehatan.
“Harapannya, kunjungan Dirut dan Ketua Dewas hari ini dapat menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai kendala administrasi. Dengan semangat gotong royong, kita doakan masyarakat di hunian sementara segera pulih dan kembali sehat,” tuturnya.
Hak Peserta Tetap Terjamin di Masa Pemulihan
Situasi pascabencana sering kali memunculkan berbagai kekhawatiran, termasuk soal keberlanjutan layanan kesehatan. Namun BPJS Kesehatan memastikan bahwa hak peserta JKN tetap menjadi prioritas utama, baik dari sisi pelayanan medis maupun administrasi kepesertaan.
Koordinasi dengan fasilitas kesehatan terus diperkuat agar penanganan kasus darurat dapat dilakukan dengan cepat. Di sisi lain, kehadiran layanan keliling membantu memastikan tidak ada peserta yang terkendala karena dokumen atau status kepesertaan.
Dengan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan, pelayanan JKN di Aceh Tamiang diupayakan tetap berjalan optimal. Fokus utama tetap pada keselamatan pasien, kemudahan akses layanan, serta percepatan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak banjir.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana, akses layanan kesehatan tetap terbuka dan hak peserta JKN tetap terpenuhi secara setara dan berkelanjutan.